Transmisi manual (M/T) menghubungkan mesin ke transmisi dengan clutch rigid dibandingan dengan konverter torsi pada transmisi otomatis (A/T) atau v-belt pada continuously variable transmission (CVT).
Transmisi manual juga tidak membuang energi karena tidak ada pompa
hidrolik seperti pada transmisi A/T. Karenanya, mobil dengan transmisi
M/T umumnya lebih irit daripada A/T atau CVT; meski begitu perbedaan
konsumsi bahan bakar ini sudah agak berkurang berkat munculnya
locking torque converter pada transmisi A/T.
Perbedaan konsumsi bahan bakar antara M/T dan A/T berkisarr 5-15% tergantung cara mengemudi dan kondisi jalan.
Berikutnya, transmisi M/T juga tidak memerlukan pendinginan aktif dan
karena mekanisnya lebih sederhana daripada A/T, maka bobotnya lebih
ringan daripada mobil dengan transmisi A/T.
Transmisi M/T memiliki sistem mekanikal yang lebih sederhana dengan
bagian-bagian yang lebih sedikit daripada A/T. Oleh karena itu,
perawatannya pun umumnya lebih mudah dan lebih murah. Selain itu,
transmisi M/T tidak memiliki komponen elektrikal, pompa, dan mekanisme
pendingin seperti pada transmisi A/T.
Ongkos perawatan kendaraan manual umumnya lebih murah daripada
otomatis. Harga baru kendaraan manual juga lebih murah daripada
otomatis.
Kebanyakan transmisi M/T bergantung pada
splash lubrication meskipun beberapa girboks Rover juga memiliki pompa oli.
Transmisi M/T umumnya lebih banyak menyediakan rasio gigi (gear
ratio). Kebanyakan kendaraan memiliki 5 sampai 6 percepatan gigi manual,
sedangkan transmisi A/T biasanya hanya 4 gigi. Jumlah gigi yang semakin
banyak akan semakin mengefisienkan konsumsi bahan bakar.
Transmisi A/T tidak memiliki pengereman mesin yang efektif. Hal ini
berarti mesin tidak memperlambat mobil secara efektif ketika pengemudi
melepas kontrol kecepatannya. Hal ini menyebabkan pengemudi akan banyak
menggunakan rem, sehingga rem pada mobil A/T akan lebih cepat aus.
No comments:
Post a Comment