Cek Kendaraan Sebelum Mudik / Perjalanan Jauh
Karena Lebaran sebentar
lagi, artinya hari-hari libur juga semakin dekat. Liburan merupakan saat
yang sangat dinantikan oleh seluruh keluarga. Bagi kalian para pelajar,
liburan adalah waktu ketika kalian bisa menikmati waktu luang bersama
teman-teman dan keluarga. Namun, terkadang kita sering mendapati diri
kita lupa membawa barang-barang penting. Maka dari itu, sebelum liburan
kamu perlu mempersiapkan segala keperluan kamu. Terlebih lagi jika kamu
pergi dengan mengendarai mobil pribadi. Ada beberapa hal yang perlu kamu
cek untuk persiapan perjalanan jauh. Masalah kecil, seperti wiper
mobil yang sudah rusak dan ban yang tidak seimbang, bisa menjadi
masalah dalam perjalanan. Jadi, akan lebih baik jika mempersiapkan dulu
kondisi kendaraan sebelum berkendara. Berikut 7 hal yang harus kamu cek
pada mobil kamu sebelum mudik!
7. Roda Mobil
Roda mobil merupakan bagian penting yang
harus kamu cek rutin. Tanpa disadari, bisa saja roda mobil kamu
mengalami kerusakan kecil yang jika dibiarkan akan menjadi besar. Yang
dapat kamu cek dari roda mobil adalah spooring dan balancing, tie rod, long tie rod, ball joint, laher roda, dan shockbreaker. Setelan sudut keselarasan roda dengan permukaan jalan, atau kerap disebut spooring,
bisa saja berubah. Kondisi ini akibat benturan permukaan jalan atau
keausan ban. Setelan roda ini memakai baut, jadi mudah bergeser. Kamu
dapat mengeceknya dengan cara yang mudah, yaitu saat mobil berjalan di
jalan yang lurus, tempatkan posisi setir lurus dan jalankan mobil dengan
kecepatan sedang. Amati arah laju mobil, kalau arahnya tidak lurus,
sebaiknya diperiksa ulang. Jika ada kerusakan pada ban, pelek, tie rod, ball join
atau lengan ayun, hasilnya tidak akan maksimal. Untuk pengecekan tie
rod, caranya, dongkrak kedua atau salah satu roda depan di jalan rata.
Gerakkanlah roda dengan cara memegang kedua sisi ban memakai tangan.
Laluguncang-guncang dengan kuat ke depan dan ke belakang dan amati
gejala yang muncul. Jika tie rod atau long tie rod
sudah rusak, roda akan menjadi oblak. Bahkan kalau sudah parah, akan
menimbulkan bunyi yang kuat. Kemudian pindahkan posisi pegangan tangan
di sisi atas dan bawah ban lalu goyangkan lagi ke depan dan belakang.
Jika roda menjadi oblak, kemungkinan besar ball joint harus diganti baru.
6. Ban dan Pelek Mobil
Kamu bisa langsung melihat kondisi
permukaan ban yang sudah mulai gundul. Atau bisa juga menggunakan batas
toleransi yang tersedia di dinding ban. Bentuknya seperti segitiga dan
disebut TWI (tyre wear indicator). TWI adalah batas toleransi
yang sudah ditetapkan oleh sang produsen ban. Meski terkadang
diremehkan, tekanan angin juga berguna untuk kestabilan mobil saat
dikendarai. Jika terlalu keras, cengkraman mobil berkurang. Sementara
kalau kurang angin, konsumsi bahan bakar bisa boros. Umumnya, tekanan
angin ban ada di kisaran 30-32 psi, atau bisa cek langsung berdasarkan
stKamur dari mobil masing-masing. Biasanya terdapat ukuran tekanan angin
berbentuk stiker yang tertempel di pintu mobil. Terakhir adalah kondisi
pelek. Pastikan tidak ada yang peang di bagian bibir pelek. Goyangan
saat pelek bengkok berputar bisa membuat kendali mobil berubah menjadi
liar. Terlebih saat dijalankan dengan kecepatan tinggi.
5. Lampu dan peralatan luar lainnya
periksa kondisi perlengkapan kendaraan
Cek klakson, wiper dan lampu
pada mobil kamu. Sepasang cadangan lampu (satu untuk lampu bagian depan,
satu lagi untuk lampu bagian belakang) bisa berguna. Pastikan pemanas
dan AC mobil kamu berfungsi dengan baik. Jika sudah lama tidak mengganti
pollen filter mobil, segeralah menggantinya dengan yang baru. Jangan biarkan pollen filter kamu kotor, pollen filter berguna untuk mebatasi AC dan pemanas. Jika spion mobil kamu mengalami masalah, buka dan pasanglah kembali sebelum perjalanan.
4. Rem mobil
Beberapa kendaraan pada kelas tertentu
memiliki sistem Antilock Brake System atau ABS yang dapat memberitahu
kondisi roda jika dia tidak berfungsi dengan baik, melalui sensor dan
ditunjukan pada indikator yang menyala. Namun untuk kendaraan yang tidak
memiliki sistem ABS, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa fungsi
rem sudah membutuhkan perawatan, yaitu:
- Kalau pedal rem diinjak, muncul getaran atau bunyi yang menunjukkan permukaan disk brake sudah tidak rata.
- Adanya bau hangus yang menunjukkan terjadinya kebocoran pada kaliper.
Perawatan komponen rem mobil tentu tidak
dapat kamu lakukan sendiri, mengingat ini membutuhkan ketelitian dan
ketepatan dalam mendiagnosis kondisi rem secara keseluruhan. Jalan
terbaik adalah kamu membawa kendaraan kamu ke bengkel untuk dilakukan
pemeriksaan rem. Tapi ada beberapa hal yang dapat kamu cek sendiri,
yaitu:
- Servis Rem: Komponen rem pada bagian kampas rem dan cakram rem atau tromol rem akan dibersihkan dari kotoran yang disebabkan oleh gesekan antara kampas rem dan cakram.
- Kondisi Sepatu Rem: Bagian ini sangat rentan terhadap karat karena terkena air. Periksalah bagian dudukan rem untuk memastikan sepatu rem dapat menekan kampas rem dengan baik, sehingga menghindari terjadinya gesekan yang kerap menimbulkan bunyi pada saat rem digunakan.
- Minyak Rem: Penggantian minyak rem dilakukan setiap jarak 20 ribu kilometer. Penggantian ini wajib dilakukan secara rutin dan berkala agar kondisi rem tetap terjaga.
3. Oli mesin
Kamu dapat melakukan pengecekan pada
kondisi mesin hidup atau mesin dingin. Parkirlah mobil pada permukaan
yang datar, agar kamu dapat mencari dipstick yang biasanya berada di bagian atas mesin. Kamu dapat mencabut dipstick
dari lubangnya, kemudian kamu dapat membersihkan ujungnya memakai tisu
atau kain lap. Celupkan lagi ke dalam mesin, lalu cabut kembali. Dipsticknya
jangan dibalik agar dapat diketahui oli berada di level mana.
Sebenarnya, yang bagus adalah antara bagian F dan E. Jangan lebih dari
F, karena nanti dapat menganggu kinerja mesin. Jika di bawah E, jangan
langsung ditambah. Kamu dapat memeriksanya lebih dahulu, apakah ada yang
bocor atau ada gangguan di sistem pembakaran. Dan jika ditambah, apakah
kurang dari 1 liter. Saat melihat oli di dipstick, lihat juga
bagian warnanya. Jika berwarna gelap, maka oli itu sangat kotor. Dan
kamu dapat mencocokkan dengan jadwal penggantian oli. Jika jadwal
penggantian oli masih cukup lama tetapi oli sudah sangat kotor, Itu
berarti ada masalah juga. Warna dipstick dibuat terang supaya
warna oli juga bisa kelihatan. Yang paling penting untuk diingat adalah
adanya catatan yang gampang dilihat dan kapan oli itu harus diganti
dengan memakai hitungan kilometer atau waktu.
2. Air Radiator
Saat kamu hendak menguras, mengisi
kembali, atau menambahkan air radiator, ada beberapa langkah yang perlu
kamu perhatikan. Pertama, buka baut pembuangan radiator yang berada di
bawah radiator. Tunggulah sampai semua air yang ada di radiator dan
mesin terbuang. Kedua, tutup kembali baut pembuangan radiator dan buka
baut buang angin. Kemudian, isilah air radiator dengan cairan pendingin
radiator (radiator coolant) sampai keluar melalui baut buang
angin. Ketiga, Tutup baut buang angin dan biarkan tutup radiator
terbuka. Dengan posisi AC yang mati, cobalah hidupkan mesin sampai
temperaturnya mencapai suhu ideal, yaitu ketika jarum temperatur
menunjuk setengah dan kipas radiator berputar. Keempat, jika volumenya
berkurang, tambahkan air hingga batas maksimal, lalu tutup kembali
radiatornya. Kelima, ceklah tangki cadangan. Kalau ternyata kotor,
kuraslah dan isi kembali dengan cairan radiator coolant yang baru, sampai batas maksimum. Kencangkan tutup radiator dan tutup reservoir.
Terakhir, pada saat pertama kali mengendarai mobil setelah pengurasan
air radiator, cek kembali volume air radiator di tangki cadangan,
tambahkan jika kurang.
Untuk menambahkan air radiator,
sebaiknya jangan menggunakan air biasa karena akan mempermudah terjadi
karat di saluran air. Kecuali kalau kamu berada dalam kondisi darurat,
kami bisa mengisi air radiator dengan air biasa. Setelah kondisinya
normal, kuraslah airnya dan isi kembali dengan radiator coolant.
1. Cek keseluruhan mesin
periksa kembali kondisi mesin secara keseluruhan
Cek keseluruhan mesin mobil kamu. Apa ada yang bocor? Apakah terminal beterainya bersih? Apakah drive beltnya terlihat sudah rusak? Jika sabuk atau drive belt terlihat retak dan tergores parah, gantilah sebelum kamu memulai perjalanan. Cek kembali semua cairan mobil.
Kecelakaan di jalan raya bukan saja
terjadi karena masalah yang besar, seperti melanggar lalu lintas. Hal
yang kecil, seperti tidak rutinnya diservis juga bisa menjadi penyebab
kecelakaan. Kamu juga perlu menyiapkan asuransi mobil sebagai
perlindungan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Sumber google
Sumber google
No comments:
Post a Comment