Tips merawat dan mengendarai mobil matic
perlu diketahui bagi mereka yang memiliki mobil bertransmisi otomatis. Aktivitas yang padat dan mobilitas tinggi kaum urban menuntut energi ekstra untuk menjalaninya. Kemudahan dalam berkendara pun menjadi kebutuhan yang terus berkembang sesuai inovasi dari berbagai produsen otomotif tanah air. Tak heran jika gaya hidup masa kini yang merambah hampir di semua aspek hidup, terbawa pula ke dalam alternatif berkendara, khususnya kendaraan bertransmisi otomatis.
perlu diketahui bagi mereka yang memiliki mobil bertransmisi otomatis. Aktivitas yang padat dan mobilitas tinggi kaum urban menuntut energi ekstra untuk menjalaninya. Kemudahan dalam berkendara pun menjadi kebutuhan yang terus berkembang sesuai inovasi dari berbagai produsen otomotif tanah air. Tak heran jika gaya hidup masa kini yang merambah hampir di semua aspek hidup, terbawa pula ke dalam alternatif berkendara, khususnya kendaraan bertransmisi otomatis.
Mobil
matic telah terbukti memberi kontribusi berarti untuk meningkatkan
performa mengemudi. Mekanismenya relatif sederhana dibanding kendaraan
bertransmisi manual. Di sisi lain, meningkatnya jumlah pengguna
kendaraan bermotor yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan ruas jalan,
memberi dampak kepadatan lalu lintas yang belum juga terpecahkan. Di
sinilah letak keunggulan praktis dari sebuah mobil matic.
Namun
perlu diingat, di balik kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkannya,
kendaraan bertransmisi matic membutuhkan perawatan serta penanganan yang
ekstra. Berikut ini, beberapa tips yang sekiranya dapat diperhatikan
para pengguna dan pemilik mobil matic ;
Sama
halnya dengan mobil bertransmisi manual, perawatan secara berkala juga
diharuskan untuk kendaraan jenis matic. Penting untuk mengikuti
instruksi servis berkala yang direkomendasikan oleh produsen. Selain
untuk up-date kondisi kendaraan, juga diwajibkan oleh setiap aturan
garansi mesin yang diberikan oleh produsen.
Untuk
memelihara kondisi paket transmisi otomotisnya, lakukan penggantian oli
secara teratur dan kontinyu setiap 25.000 km dan maksimal 50.000 km.
Pakailah pelumas transmisi yang dianjurkan produsen mobil. Rentang waktu
penggantian oli didasarkan pada jenis pelumas yang dipakai dan berat
atau ringannya medan yang sering dilalui saat berkendara.
Masalah
yang paling sering dialami adalah kebocoran atau kerusakan gasket
transmisi. Oleh karenanya perlu dideteksi secara dini. Kebiasaan
mengemudi kendaraan manual sering terbawa saat berada di belakang kemudi
mobil matic. Pemindahan tuas yang kasar dan sentakan gas dapat
menyebabkan valve rusak serta kebocoran tersebut.
Jika
terpaksa dan tidak dapat dihindari untuk mengemudi kendaraan melewati
genangan air dan banjir atau lama diguyur hujan, maka perlu mengganti
sesegera mungkin oli transmisi, karena kemungkinan besar air merembes ke
dalam gearbox. Kemacetan gear atau transmisi merupakan dampak buruk
karena mengabaikannya.
Kinerja
transmisi dapat dicek sendiri oleh setiap pengguna mobil matic.
Tempatkan tuas transmisi pada posisi D atau R, setelah itu rem dilepas.
Mobil akan langsung bergerak jika tidak ada masalah pada system
transmisi.
Semoga bermanfaat.
Sumber google
Sumber google

No comments:
Post a Comment